Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karuniaNya, penulis bisa mewujudkan apa yang selama ini dicita-citakannya. Melalui buku "Menulis Lagu dari Hati" inilah sangat diharapkan mampu mendukung dan membantu proses penciptaan lagu-lagu bagi para pemula di negeri ini.
Buku "Menulis Lagu dari Hati" ini disusun berdasar atas harapan penulis yaitu dapat memberi sumbangan pengetahuan dan keterampilan tentang cara menciptakan lagu yang memiliki penjiwaan sesuai dengan hati penciptanya. Buku ini sangat menarik bagi para pemula, yang ingin menciptakan lagu-lagu berbobot. Tidak hanya teori dijelaskan dalam buku ini, tetapi juga praktek musik yang membawa kita semua bisa mengem-bangkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam penciptaan lagu. Dengan begitu, isi buku ini cukup mudah dipahami dan kegiatan praktek-prakteknya tidak sulit dilakukan oleh siapapun.
Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtuaku H. Tirto Samudro dan Hj. Kastini; Tigita istriku ; ananda Rr. Nakhlah Retno Wijaya ; R. Rahmad Ardan Wijaya ; Sri Mariyati, SE; H.Ach.Sudarmaji, S.pd.I, selaku kepala sekolah SMP Dhaniswara beserta rekan-rekan guru ; Aris Susanto ; sobatku Peni Utami, SE ; Nining dari Dian Rakyat ; Anas ; Lukas H. ; Fenny Rahma Suyadi ; Firzyah (Abiyasa.com) dan semua pihak yang mendukung penerbitan buku ini. Penulis menyadari buku ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu dengan tangan terbuka, penulis akan menerima setiap saran dan kritik membangun dari para pembaca. Semoga buku ini bermanfaat bagi para pembaca.
Catatan :
Buku ini sering ditolak oleh penerbit dengan alasan penulis tidak dikenal namun penulis memutuskan untuk menerbitkan secara online sehingga buku ini bermanfaat bagi para musisi atau calon pencipta lagu.
Ayo berkarya dengan lagumu!
BACA BUKU MENULIS LAGU DARI HATI
Minggu, 11 Desember 2011
Rabu, 07 Desember 2011
LAGU 'JIWA SOSIAL' KARYA SUNAN DRAJAT DAN WIDYASWARA
Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.
Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi. Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi.
Sunan Drajat bernama kecil Raden Syarifuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, beliau mengambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun. (KLIK JUDUL BACA LANJUTANNYA)
Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi. Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi.
Sunan Drajat bernama kecil Raden Syarifuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, beliau mengambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun. (KLIK JUDUL BACA LANJUTANNYA)
Langganan:
Entri (Atom)


.gif)







.gif)
